Jumat, 06 Juni 2014




MAKNA PENGGUNAAN KATA “AKU” DAN “KAMI” DALAM AL-QUR’AN DARI SEGI SEMANTIK


Kata “kami” dan “aku” dalam bahasa Indonesia merupakan kata ganti atau pronomina. dan segi makna atau semantik. Makna kata “kami” dan “aku” berdasarkan penggunaanya oleh Tuhan tentu berbeda dengan penggunaanya oleh manusia, baik dari segi pengertian dan segi semantik.  Dari beberapa sumber yang saya baca, penggunaan kata “kami” dan “aku” berdasarkan pemahaman kita sebagai manusia pengguna bahasa Indonesia digunakan sebagai kata ganti, sedangkan dari segi semantiknya kata “kami” yang sering kita gunakan bermakna sebuah rasa bahasa dengan nilai kesopanan. Dibawah ini saya jelaskan makna “Aku” dan “Kami” di dalam Al-Qur’an:


     1. Allah Swt menggunakan kata “Kami” di dalam Al-Qu’an (dalam bahasa Arab  adalah “Nahnu”)

Contoh ayatnya:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah." (Al Mu'minuun : Ayat 12, QS.23:12)

       Kadang Allah Swt memaksudkan (dalam Al-Qur'an) suatu penciptaan yang melibatkan oknum lain dalam penciptaan tersebut sebagai proses, umumnya Allah Swt mengatakan "NAHNU (KAMI), dan juga kadang Allah Swt menggunakan kata "Ana (Aku)" di ayat lainnya. Maknanya, ketika Allah menciptakan manusia, ada unsur lain yang menjadi proses penciptaannya. Yaitu adanya pertemuan ayah & ibu, bertemunya sperma & sel telur. Karena ada proses inilah yang kemudian rahasia Al-Qur'an mengapa Allah SWT menggunakan lafadz "Nahnu (Kami)".


      2. Allah Swt menggunakan kata “(AKU)” di dalam Al-Qur’an (dalam bahasa   Arab adalah “Ana”)


            Contoh ayatnya:
                                         خَلَقْتُ وَمَا الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُون وَمَا

Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz Dzaariyaat : Ayat 56)

            Kata “aku” dalam Al-Qur’an yang digunakan oleh Allah untuk menyatakan betapa besarnya keagungan Allah sebagai pencipta yang memiliki seluruh alam, memiliki seluruh sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh makhluk-Nya (disampaikan melalui Asmaulhusna). Keagungan untuk disembah serta di-Esakan. Selain untuk menunjukan dan menyatakan kebesaran-Nya, Allah menggunakan kata “aku” untuk menyampaikan perintah secara langsung kepada makhluknya tanpa menggunakan perantara atau tidak melibatkan makhluk-nya yang lain. Dapat kita pahami makna kata “aku” dalam QS. Adz Dzaariyaat : Ayat 56 di atas menyatakan bahwa Allah memerintahkan makhluknya jin dan manusia untuk menyembah-Nya. Hal ini jelas bahwa Allah menunjukkan kekuasaan dan keagungan yang dimiliki-Nya.

            Kesimpulannya yaitu penggunaan kata “kami” dalam Al-Qur’an yaitu Allah menunjukkan bahwa ketika Allah menciptakan manusia, ada unsur lain yang menjadi proses penciptaannya. Yaitu adanya pertemuan ayah & ibu, bertemunya sperma & sel telur. Karena ada proses inilah yang kemudian rahasia Al-Qur'an mengapa Allah Swt menggunakan lafadz "Nahnu (Kami)". Dengan kata “aku” Allah menyatakan keagungan-Nya melalui perintah langsung kepada makhluknya tanpa melalui perantara atau melibatkan makhluknya, seperti perintah memohon ampun atau bertobat kepada-Nya, mengungkapkan bahwa Dialah Tuhan satu-satunya, agar menyembah kepada-Nya semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar